7 Ciri Money Game Berkedok Investasi

Anda berniat ber investasi?Atau tiba-tiba teman anda mengajak bertemu untuk menawari anda program investasi?Eiiit,,Tunggu dulu, kalau Anda mudah tergiur dengan rencana-rencana bisnis yang saat ini banyak ditawarkan, baik melalui internet, koperasi, atau lembaga lain yang sebenarnya tidak bonafid. Apalagi melalui ajakan teman atau saudara. Maka ada baiknya anda mengecek  keberadaan lembaga yang menawarkan investasi tersebut, jika tidak masuk akal, maka waspadalah itu adalah MONEY GAME/ARISAN BERANTAI/PIRAMIDA.

Indonesia selama ini menjadi sasaran empuk bagi tumbuh kembangnya praktek penipuan ini, amatilah beberapa kasus Money Game yang sangat merugikan masyarakat dengan berkedok investasi dibawah ini :

Contoh – Contoh Kasus Money Game Di Indonesia

Koperasi Langit Biru : Masih hangat sebulan ini tentang maraknya penipuan dan penggelapan berkedok investasi, seperti Koperasi Langit Biru Tangerang, menawarkan keuntungan tinggi, serta paket sembako, sehingga banyak masyarakat (sekitar 2000 nasabah )yang tergiur tingginya keuntungan yang ditawarkan, kerugian nasabah ditaksir mencapai miliaran rupiah, dan pengelolanya pun seperti hilang ditelan bumi.

PT Sarana Perdana Indoglobal (SPI) yang terafiliasi dengan PT Sarana Perdana Berjangka (SPB). PT Sarana Perdana Indoglobal (SPI) mengumpulkan dana masyarakat dengan menerbitkan promissory notes dan diinvestasikan ke instrumen keuangan, seperti mata uang asing, dengan imbal hasil 3%–4% per bulan, jangka investasi 3–6 bulan, dan setoran minimal Rp100 juta. Namun, perusahaan ini kemudian gagal memenuhi janjinya kepada para nasabahnya dan dana dari puluhan ribu investornya senilai Rp 2,1 triliun pun tak bisa kembali. Selain kasus PT Sarana Perdana Indoglobal (SPI), ada sejumlah kasus serupa, seperti pada PT Piranti Jaya Futures, PT Total Asia Futures, Platinum Investment, PT Dea U Trade Futures, dan kasus PT. Gama Smart Karya Utama.

PT. WBG (Wahana Bersama Globalindo). PT. WBG (Wahana Bersama Globalindo) mengaku sebagai agen produk investasi Dressel Investment Ltd. Perusahaan ini menawarkan dua produk reksadana dengan imbal hasil 24% per tahun (dibayarkan 2% per bulan) dengan setoran minimum US$5.000, dan 28% per tahun (dibayarkan 7% per tiga bulan) dengan setoran minimum US$10.000. Kini, aliran imbal hasil dari PT. WBG (Wahana Bersama Globalindo) macet dan dana investasi senilai Rp. 3,5 triliun dari 10.000-an investornya pun tak bisa dipertanggungjawabkan.

Kasus Money Game Berkedok Arisan Berantai Dan Koperasi :

Sistem yang mirip tanpa komoditi sama sekali, dipraktekkan ‘Koperasi Insan Futura Mandiri’ dengan investasi Rp.400.000,- juga dengan kelipatan 3 down-line, sedangkan ‘Dahita Group’ melakukannya lebih murah dengan investasi Rp.5.000,- yang diperluas melalui media internet. Ada juga Arisan Multi Level yang diselenggarakan oleh Executive Business Club, caranya ada daftar berisi 4 nama + alamat e-mail + account bank yang dikirimkan kepada 10 calon, calon harus mengirim Rp.20.000,- kepada nama nomor 1, kemudian nama nomor 2 menjadi nomor 1, 3 menjadi 2, dan 4 menjadi 3, sedangkan nama peserta baru menjadi nomor 4. Daftar baru dikirimkan kepada 10 orang calon peserta baru. Arisan berantai lalu menjadi ‘moneygame’ karena dengan tiadanya resiko, setiap orang bisa memulainya sendiri.

Dan masih banyak lagi contoh kasus lainnya, Seperti Pohon Mas Surabaya, Gold Quest, Probest dll. Lalu bagaimana caranya agar kita dapat terhindar dari penipuan berkedok investasi seperti itu? ada baiknya anda mengenali jenis investasi yang masuk kategori money game, berikut ciri-cirinya :

1.  Memungut sejumlah uang tertentu dari setiap pendaftaran member baru.

Kebanyakan uang dari perekrutan ini untuk memberikan bonus bagi member yang mengajak, begitu seterusnya.

2. Menjanjikan keuntungan besar dan cenderung tidak masuk akal.

Sebagai perbandingan, sekarang ini Deposito Bank Indonesia di patok sekitar 6 -7 % pertahun, Obligasi berkisar 11-14 %, pasar modal, atau saham berkisar 12-50% per tahun. Money Game dapat menjanjikan keuntungan hingga 120-200% pertahun bahkan ada yang mencapai 500% pertahun, jadi waspadalah.

3. Lebih menekankan kepada perekrutan daripada penjualan.

pendapatan utama adalah pemasukan dari member yang mendaftar, semakin banyak member baru menanamkan modal, maka si pengajak akan mendapatkan bonus yang semakin besar.

4.Kalaupun ada produk yang dijual biasanya hanya digunakan sebagai kedok, kualitas barang tidak sesuai dengan harga. Dan tidak bisa repeat order

Terkadang barang yang ditawarkan bukanlah hal yang kita butuhkan, semisal giok kesehatan berharga jutaan, food suplemen, koin emas, sandal kesehatan, atau bahkan hanya berupa sertifikat bodong.

5.Sementara, jika usaha akan ambruk indikasinya adalah, menunda pembayaran bonus dan menaikkan biaya pendaftaran

Sebuah money game biasanya hanya bertahan pada kisaran 3-5 tahun, olehkarenanya, sebuah kedok money game pada kisaran 3 tahunan, akan kesulitan bahkan kehabisan sumberdaya yang diharapkan dari member sudah semakin sulit membayar bonus mereka. Mana ada bonus sampai dengan 200% tanpa ada usaha real?

6. Tidak usah bekerja keras, Anda sudah Untung besar.

Program money game, biasanya menjanjikan kemudahan investasi, tidak ada kerja keras, namun bila anda ingin mendapatkan bonus besar, ajaklah member baru, member baru itupun juga harus mendapatkan member lagi dan seterusnya..

7. Jika tawaran Investasi tersebut mengaku sebagai MLM, coba sekali lagi cek status keanggotaan lembaga tersebut di APLI ( ASOSIASI PENJUALAN LANGSUNG INDONESIA ), cek disini.

Jika tawaran Investasi yang sempat mampir kepada anda mengandung indikasi seperti ciri-ciri diatas, maka waspadalah dan coba pertimbangkan kembali, tetap gunakan akal sehat.

Iklan

2 thoughts on “7 Ciri Money Game Berkedok Investasi

Komentar ditutup.