Samudera , sungai, atau kolam?

 

Saya menjadi termenung ketika membaca sebuah artikel milik salah satu pengusaha lokal di kota saya. Tulisan-tulisan Dia sangat provokatif,dan artikelnya diterbitkan secara berkala di sebuah koran harian lokal. Hari ini dia menulis tentang pengusaha lokal kota kecil seperti dia, ibarat mengail di kolam kecil, dia membandingkan dengan pengusaha yang berbisnis di kota besar sebagai mengail di samudera. Mengail dikolam kecil dapatnya juga ikan-ikan kecil, duit ‘recehan’, sedangkan mengail di samudera ada kemungkinan mendapatkan ikan paus.

Memang, membuka bisnis di kota kecil, kota yang tidak begitu riuh mempengaruhi omzet yang didapat. Pengusaha lokal ini, adalah pengusaha properti, bagaimana dia membandingkan saat dia berhasil menjual sekitar 7000 unit rumah. Tentunya di kota kecil, rumah yang dijual adalah jenis rumah sederhana. Sehingga keuntungannya juga ‘sederhana’. Berbeda dengan teman dia yang juga menjual property sekira 300 unit rumah menengah keatas, keuntungannya bisa menyamai 7000 unit rumah sederhana.

Begitu besarnya potensi keuntungan di samudera luas. Begitu tidak terbatasnya keuntungan di samudera luas. Wirausaha juga menggambarkan aktifitas memancing di samudera luas. Menjanjikan keuntungan yang besar, bergantung dari seberapa keras, seberapa cerdik dia berusaha. Namun, tentu di samudera jamak ditemui ombak yang besar, angin yang kencang, topan dan serta badai, tapi di samudera kedatangan ikan paus lebih rasional dan nyata adanya. Hal tersebut sama saja dengan resiko dalam dunia wirausaha.

Sedangkan profesi seperti karyawan, PNS, atau mereka yang dalam istilah Robert Kiyosaki sebagai penghuni kuadran kiri, berkutat pada kolam, dimana ikan yang tersedia hanyalah ikan yang itu-itu saja, hanya ada gaji perbulan yang diterima, itupun dengan jumlah yang hampir sama dari bulan ke bulan. Namun, didalam kolam menjanjikan ketenangan, tak ada ombak yang menggulung, tak ada angin yang menerjang perahu, tak ada terik matahari yang menyengat, maka itu pula tidak ada ikan paus yang lewat di kolam, maka mustahil mendapatkan gaji yang supergede, kecuali….

Bidang profesi yang kita geluti adalah sebuah pilihan, berlayar dengan perahu besar dan berburu ikan paus, atau duduk santai dan memancing ikan kecil di kolam, itu ada pada keputusan anda. Maka, cobalah untuk sekali-kali memancing di samudera, atau setidaknya di sungai pun bisa menjadi latihan, itu lebih baik daripada hanya memancing di kolam.

Selamat berwirausaha….

Berita Terkait :
Waralaba, Apa Untung Ruginya…?
Cara Jitu Menjaring Dollar dari Internet
memulai-usaha-dengan-modal-kecil
Bisnis Menguntungkan – Meraup Untung Saat Yang Lain Sepi

Iklan