Waralaba, Apa Untung Ruginya…?

Akhir-akhir ini banyak berkembang wacana tentang bisnis waralaba atau franchise, banyak bisnis yang akhirnya memilih strategi ini. Dari bisnis kaki lima sampai bisnis dengan modal jumbo. Hal ini tentu beralasan, mengingat jenis bisnis waralaba sangat menguntungkan, khususnya bagi pemilik merek, kenapa pemilik merek?karena sebenarnya mereka hanya menjual merek dan sistem. Kalo meminjam istilah Purdie E Chandra, beliau adalah penyebar virus enterpreneur dan pemilik waralaba Lemabaga Bimbingan Belajar “PRIMAGAMA”, bahwa waralaba adalah ibarat membikin usaha dan menjualnya berulang-ulang, tentunya bisnis yang akan dijual berulang-ulang itu adalah bisnis yang benar-benar telah menguntungkan dengan berbagai keadaan tertentu.

Karena belum tentu bisnis waralaba yang telah dijual kepada franchisor menguntungkan, walaupun merek induknya terbukti menguntungkan, karena ada banyak faktor yang berpengaruh pada sukses tidaknya bisnis waralaba ini.

Namun apa sebenarnya waralaba itu? Dalam PP 42/2007, Waralaba adalah hak khusus yang dimiliki oleh orang perseorangan atau badan usaha terhadap sistem bisnis dengan ciri khas usaha dalam rangka memasarkan barang dan/atau jasa yang telah terbukti berhasil dan dapat dimanfaatkan dan/atau digunakan oleh pihak lain berdasarkan perjanjian.

Dengan kata lain Waralaba adalah usaha yang telah menguntungkan yang dijual kepada pihak lain dengan sistem dan ciri usaha yang sama persis dengan usaha yang telah ada sebelumnya. Tentu dengan syarat dan ketentuan yang mengikat.

Para pemilik merek mempunyai keuntungan lebih dengan menjual bisnisnya dengan sistem ini. KArena bisnis waralaba ini memungkinkan masuknya para investor luar, sehingga lebih efisien daripada harus membuka cabang baru. Selain itu, ada pemasukan dari royalti dan fee yang diterima dari investor. Masing-masing pemilik merek bervariasi
dalam menentukan besaran royalti yang harus dibayarkan. Tentu nilai rupiahnyapun menjadi tidak terbatas,,WOW…

Namun sayangnya, tak jarang para pembeli waralaba ini banyak yang tertipu dengan waralaba yang gencar ditawarkan, karena ada beberapa waralaba yang belum lama berdiri sudah gencar dipasarkan dengan sistem ini. Ujung-ujungnya, baru beberapa tahun sudah tinggal nama yang tersisa. Disini dituntut kejelian para calon pembeli waralaba untuk melakukan survey kecil-kecilan terhadap bonafid tidaknya bisnis waralaba termaksud.

Sedangkan bagi para calon pembeli waralaba ini, sebenarnya apa sih untungnya membeli hak waralaba ini?

Pertama, yang jelas para investor ini sudah bisa memakai merek yang sudah terkenal dan sudah familier di benak konsumen, tanpa investor membangun sendiri merek tersebut. Ambil contoh KFC, Mc Donald, Primagama, Indomart, Alfamart, ES Teller, Bakso Malang Cak Eko, StarBuck, CIneplex 21, Pizza Hut, Shop & Drive, AHASS Motor, dll. siapa yang tidak kenal merek-merek tersebut? Merek tersebut sudah dibangun selama beberapa tahun, dan anda bisa memiliki usaha dengan merek tersebut.

Kedua, para investor sudah dapat memiliki sistem baku yang telah dipakai oleh para pemilik merek yang harus ditaati oleh para investor. Hal ini semata-mata karena untuk menjaga keseragaman sesama konter atau masing-masing investor walaupun berada diberbagai tempat. Investor tidak perlu membuat sistem sendiri.

Ketiga, Investor tidak terlalu pusing untuk mengajarkan sistem ini kepada karyawan, karena umumnya para calon tenaga kerja ini mendapatkan fasilitas untuk mendapatkan training khusus untuk menjalankan sistem ini dengan baik.

Keempat, kalau ini bisa dikatakan menguntungkan, investor lebih kecil kemungkinan untuk rugi, kenapa bisa dikatakan begitu? Karena bisnis waralaba ini termasuk bisnis dengan resiko kecil, investor tidak perlu try & error. Cukup menjalankan sistem yang telah disediakan.

Di Indonesia tercatat ratusan waralaba dari berbagai segmen dan besaran modal. Mulai 5 juta sampai milyaran rupiah. Ada beberapa alamat waralaba yang bisa anda intip di Alamat Waralaba

Jadi anda tertarik dengan membeli merek yang sudah ada atau memutuskan membuat merek sendiri?

Iklan